Solo Life, Happy life

Solo Life, Happy Life, bahagia, socialite, kehidupan solo, My Life
Ads

TB day, Stop Tuberculosis Day 24 March 09

World TB Day, 24 March 2009, is about celebrating the lives and stories of people affected by TB: women, men and children who have taken TB treatment; nurses; doctors; researchers; community workers–anyone who has contributed towards the global fight against TB.

Epidemiologi TBC di Indonesia.

Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru. Perkiraan prevalensi, insidensi dan kematian akibat TBC dilakukan berdasarkan analisis dari semua data yang tersedia, seperti pelaporan kasus, prevalensi infeksi dan penyakit, lama waktu sakit, proporsi kasus BTA positif, jumlah pasien yang mendapat pengobatan dan yang tidak mendapat pengobatan, prevalensi dan insidens HIV, angka kematian dan demografi.
Saat ini Survei Prevalensi TBC yang didanai GFATM telah dilaksanakan oleh National Institute for Health Research & Development (NIHRD) bekerja sama dengan National Tuberculosis Program (NTP), dan sedang dalam proses penyelesaian. Survei ini mengumpulkan data dan dilakukan pemeriksaan dahak dari 20.000 rumah tangga di 30 propinsi. Studi ini akan memberikan data terbaru yang dapat digunakan untuk memperbarui estimasi insidensi dan prevalensi, sehingga diperoleh perkiraan yang lebih akurat mengenai masalah TBC.
Dari data tahun 1997-2004 [Attachment: Tabel Identifikasi Kasus 1997-2004 dan Tingkat Pelaporan 1995 – 2000] terlihat adanya peningkatan pelaporan kasus sejak tahun 1996. Yang paling dramatis terjadi pada tahun 2001, yaitu tingkat pelaporan kasus TBC meningkat dari 43 menjadi 81 per 100.000 penduduk, dan pelaporan kasus BTA positif meningkat dari 25 menjadi 42 per 100.000 penduduk. Sedangkan berdasarkan umur, terlihat angka insidensi TBC secara perlahan bergerak ke arah kelompok umur tua (dengan puncak pada 55-64 tahun), meskipun saat ini sebagian besar kasus masih terjadi pada kelompok umur 15-64 tahun. [Attachment : Age Specific Notification Rate 2004]
Kekebalan Obat Ganda (Multi Drug Resistance/MDR)
Meskipun saat ini data mengenai kekebalan obat ganda/MDR di Indonesia belum tersedia, namun telah disiapkan sebuah survei untuk dilaksanakan pada akhir tahun 2005. Data mengenai hal ini dianggap penting karena beberapa alasan:
  • Indonesia adalah negara high burden, dan sedang memperluas strategi DOTS dengan cepat, karenanya baseline drug susceptibility data (DST) akan menjadi alat pemantau dan indikator program yang amat penting.
  • Berdasarkan data dari beberapa wilayah, identifikasi dan pengobatan TBC melalui Rumah Sakit mencapai 20-50% dari kasus BTA positif, dan lebih banyak lagi untuk kasus BTA negatif. Jika tidak bekerja sama dengan Puskesmas, maka banyak pasien yang didiagnosis oleh RS memiliki risiko tinggi dalam kegagalan pengobatan, dan mungkin menimbulkan kekebalan obat.
  • Karena belum adanya jaringan laboratorium nasional dengan standar dan kualitas yang memadai, generalisasi dan kualitas dari data yang tersedia tidak dapat ditentukan.

The first ever National TB Congress was held on 18-19 November in Jakarta, with participation of over 1000 health professionals, politicians, healthcare providers, NGO activists, and TB staff from throughout the country. The Congress was opened with a strong statement of continued political commitment from both the Minister of Health as well as the coordinating Minister of Welfare. The National TB Partnership movement ‘Gerdunas’ reviewed its organization and membership, and carved out new mechanisms for best supporting the 5-year national TB plan 2006-2010. Throughout the day, participants discussed progress and identified opportunities to improve clinical aspects of TB, public health, and community involvement.
The International Standards of TB Care were widely discussed and accepted and are promising broad support for TB control in Indonesia. In short, the Congress comprised days of networking and consensus building on the way forward.

Bagaimana Penularan TB?
Penularan kuman TB, melalui Batuk, bersin, dan meludah sembarangan.

Apakah Gejala penyakit TB?

Gejala pokok: Batuk berdahak lebih dari 2 minggu

Gejala Tambahan: Demam> 1 bulan, sesak nafas/ nyeri dada, batuk bercampur darah, berkeringat dimalam hari.

Bagaimana Pemeriksaan penyakit TB?

Pemeriksaan penyakit TB dilakukan melalui mikroskop dan sinar rontgen.

So I am stoping TB.

Terus Berjuang Melawan Tuberkulosis- Berantas tuntas TB. Bersama Kita Bisa!
(Keep on fighting TB-together we can do it!)

Dengan gaya hidup sehat antara lain:

Hindari polusi udara

Hentikan kebiasaan merokok

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Makan makanan bergizi dan seimbang.

Post Metadata

Date
March 24th, 2009

Author
irawan

Category

1 to “TB day, Stop Tuberculosis Day 24 March 09”


  1. Persatuan Pemberantas Tuberculosis Indonesia cabang Jawa Barat, cc : Lusi Soeria Soemantri says:

    Dear everyone.

    I’m looking for Fund to Fight Tuberculosis in Indonesia (South East Asia), especially in my city named Bandung, the capital of west java. We have many TB poor patients.

    We are a Non Government Organization in Indonesia who concern to fight TB, and we establish more than 15 years.

    anyone who has information about that please son’s email.

    thank you very much



Leave a Reply